"If I could escape & recreate a place that's my own world & I could be your favourite girl (forever), Perfectly together. Tell me boy now wouldn't that be sweet? (sweet escape). If I could be sweet, I know I've been a real bad girl (I'll try to change). I didn't mean for you to get hurt (whatsoever). We can make it better, Tell me boy wouldn't that be sweet?" - Gwen Stefani

Selasa, 03 Januari 2017

LIST TO DO IN 2017 (WISH)

Here we go again!!

In
A new number..
A new day..
A new year..
A new chapter in our life.

If I look back to yesterday when I was turn 25, when it was 2016, so many things had happened. So many things I can take to be the lesson, to not do the same mistake, to be better than before. I realized that not many fun things I could do. I trapped between people in cyber world even I met some of them for real but the rest are we just keep talk and talk over the phone. I trapped in a kind of game that could waste my time from morning to morning.
I didn't regret it but somehow I can do more than that. So, in 2017 I make a list to do.Some crazy activities helped by a wish. ^_^

So far I wrote 20 things to do in 2017... here they are..

1. Voice the cartoon 

2. Lost weight 

3. Give breakfast for 10 homeless 

4. Travel more

5. I have a lot of students 

6. Sing acoustic LIVE!!

7. More relief 

8. Dinner with mom more 

9. I have my own domain web 

10. Workout more 

11. Meet you 

12. Buy a good camera 

13. My online shop grows 

14. Get Driving license 

15. Diving 

16. become a pro to edit video and photoshop

17. Wear clothes to make me happy

18. Buy new laptop :( 

19. Buy mom a thing she really want 

20. Loving myself more :) 


Hope can do all the lists 
Wish the universe helps me to do them.

Selasa, 18 Oktober 2016

TIPS MOVE ON DISELINGKUHIN ALA-ALA (based on little research MPM adders)



Hanya karena sebuah hubungan  berakhir, bukan berarti kisah cinta kamu berakhir sampai disitu juga. Saat kamu sudah mencoba yang terbaik, kadang kala kamu hanya butuh ketenangan dengan jalan “move on” jadi kamu dapat melihat apa yang sudah terjadi bukan dengan rasa penyesalan. Putus dengan si dia tidak melulu dipandang sebagai hal yang negatif kok. Ada beribu alasan kamu dan si dia harus mengakhiri hubungan kalian. Apabila salah satu alasannya adalah karena hadirnya orang ke tiga di antara kalian maka kamu sudah membuat keputusan yang tepat saat ternyata tidak ada lagi yang bisa dipertahankan dan kamu tidak mentolerir jenis alasan seperti ini.



Sakit hati? Marah? Merasa tidak terima? Dan kemudian muncul pertanyaan untuk diri kita sendiri; “kenapa?” Apa yang salah dengan diri saya?”  

Sakit hati, marah dan merasa tidak terima adalah perasaan yang wajar karena pada intinya kamu sudah di khianati dan hati kamu terluka. Ibarat kamu sudah menaruh sebuah kepercayaan di dua genggaman tangannya tapi si dia dengan sembunyi-sembunyi malah mengulurkan satu genggaman tangannya untuk orang lain. Tidak perlu mencari tau kenapa dan percayalah tidak ada yang salah dengan diri kamu ketika kamu sudah memberikan yang terbaik dalam hubungan tersebut. Kamu tidak perlu menyesal. Kamu hanya perlu melanjutkan hidup kamu, tidak perlu berlarut-larut dalam sebuah kesedihan, rasa sakit hati, dan amarah. Kamu hanya perlu untuk MOVE ON! 

Move on tidak instan tentu saja! Kamu tidak bisa mengubah rasa sedih dalam sekejap dan proses melupakan itu membutuhkan waktu. Ingat semua butuh proses! Tapi semakin cepat kamu bisa kembali bahagia maka akan semakin bagus untuk diri kamu sendiri. Ada hal-hal yang bisa kamu coba untuk membantu kamu moving on dari si dia.


1.


Makan coklat deh. Secara ilmiah coklat itu mengandung zat endorfin yang memberikan efek tenang dan senang bagi tubuh. 

2.
Coba dengarkan lagu dengan tempo dan irama yang lebih cepat. Lagu-lagu dengan lirik yang positive. Musik dan lirik yang positive tentu akan memberikan response positive juga untuk pikiranmu sehingga kepenatan akan sedikit lebih berkurang. Usahakan hindari lagu-lagu kenangan yang bisa membuat kamu malah jadi semakin galau.

3.
Travelling bisa jadi pilihan yang tepat untuk kamu. Kamu bisa mengunjungi tempat-tempat baru dan bertemu dengan orang-orang yang baru. Menghilangkan penat dan melupakan si dia dengan mengaggumi keindahan yang diberikan Tuhan bisa sangat menyenangkan. 

4.  

Menyibukan diri kamu sendiri adalah cara termudah untuk membantu melupakan si dia. Kamu bisa hang out bareng keluarga dan teman. Shopping sampai kaki kamu pegal-pegal. Menonton film komedi bareng sahabat. Bermain game dan mencoba hal-hal yang belum pernah kamu coba sebelumnya. Bahkan dengan fokus bekerja kamu tidak akan punya peluang untuk mengingat-ingat si dia. 

“People have to forgive. We don't have to like them, we don't have to be friends with them, we don't have to send them hearts in text messages, but we have to forgive them, to overlook, to forget. Because if we don't we are tying rocks to our feet, too much for our wings to carry!”
C. JoyBell C.

Setuju sekali dengan apa yang ditulis penulis di atas. Inti dari semuanya adalah memaafkan. Kamu tidak harus menyukai dia, tidak harus kembali berteman dengan dia, berhubungan kembali dengan dia, tapi kamu hanya perlu memaafkan, untuk mengabaikan, untuk melupakan. Karena kamu tidak perlu mengikatkan batu ke kaki kamu terlalu banyak untuk dibawa terbang. Cuma jadi beban aja saat kamu mencoba melangkah ke depan. Dengan memaafkan langkah kamu akan jauh lebih ringan dan dada kamu akan terasa lebih lapang.
Jatuh cinta lagi bisa sangat efektif untuk melupakan si dia. Hanya saja jangan terburu-buru. Alih-alih jatuh cinta malah hanya pelampiasan belaka. Percayalah, seseorang diluar sana sedang menunggu untuk menerima jenis cinta yang mampu kamu berikan. Jangan biarkan satu situasi menguasai persepsi kamu tentang cinta dari yang seharusnya. Belajar dari pengalaman dan bersikap dewasalah selagi menyembuhkan hati yang terluka. Masih banyak cowok/cewek yang pantas kamu dapatkan.

Resource Pictures :
1.       http://favim.com



Rabu, 18 Mei 2016

Dearest Karma

Dear Karma...

I would like to say thank you that I don't have to waste my time and my exclusive energy to do something they have done to me. Dearest Karma, you did it for me. 

I've never have any intended to do any revenge to them,I don't at all but sorry to say that I don't forget either. Forgive is another word to show around that I'm okay. Even you know little thing f^kd up is running around in my chest. Deep down letting go is the hardest part. 

Someone said, forgive people is easier than forgive our self. And that's what I'm fighting about.

Oh, anyway do me some favors next time. I would like to have you on top of my friend list friend, Karma. :)

Sabtu, 13 Desember 2014

by Bob Morehead

“The paradox of our time in history is that we have taller buildings but
shorter tempers, wider Freeways, but narrower viewpoints. We spend more,
but have less, we buy more, but enjoy less. We have bigger houses and
smaller families, more conveniences, but less time. We have more degrees
but less sense, more knowledge, but less judgment, more experts, yet more
problems, more medicine, but less wellness.

We drink too much, smoke too much, spend too recklessly, laugh too little,
drive too fast, get too angry, stay up too late, get up too tired, read too
little, watch TV too much, and pray too seldom. We have multiplied our
possessions, but reduced our values. We talk too much, love too seldom, and
hate too often.

We've learned how to make a living, but not a life. We've added years to
life not life to years. We've been all the way to the moon and back, but
have trouble crossing the street to meet a new neighbor. We conquered outer
space but not inner space. We've done larger things, but not better things.

We've cleaned up the air, but polluted the soul. We've conquered the atom,
but not our prejudice. We write more, but learn less. We plan more, but
accomplish less. We've learned to rush, but not to wait. We build more
computers to hold more information, to produce more copies than ever, but we
communicate less and less.

These are the times of fast foods and slow digestion, big men and small
character, steep profits and shallow relationships.

These are the days of two incomes but more divorce, fancier houses, but
broken homes. These are days of quick trips, disposable diapers, throwaway
morality, one night stands, overweight bodies, and pills that do everything
from cheer, to quiet, to kill. It is a time when there is much in the
showroom window and nothing in the stockroom. A time when technology can
bring this letter to you, and a time when you can choose either to share
this insight, or to just hit delete...

Remember, to spend some time with your loved ones, because they are not
going to be around forever. Remember, say a kind word to someone who looks
up to you in awe, because that little person soon will grow up and leave
your side.

Remember, to give a warm hug to the one next to you, because that is the
only treasure you can give with your heart and it doesn't cost a cent.

Remember, to say, "I love you" to your partner and your loved ones, but most
of all mean it. A kiss and an embrace will mend hurt when it comes from
deep inside of you.

Remember to hold hands and cherish the moment for someday that person might
not be there again. Give time to love, give time to speak! And give time to
share the precious thoughts in your mind.”
― Bob Moorehead

Senin, 30 September 2013

Sunrise

I forgot how beautiful the morning that I missed everyday. I forgot how fresh the morning and its warm when the sun is up. I forgot to see that a little thing could be the most wonderful thing in this world.

Selasa, 04 Juni 2013

Forgive but Never Forget

Dapat cerita menarik saat les, dari sebuah narrative di lembar kerja siswa. Sebuah cerita tentang seorang temper boy. Cerita berakhir dengan perkataan sang ayah kepada anak tersebut,

"You have done well, my son, but look at the holes in the fence. The fence will never be the same. When you say things in anger, they leave a scar just like this one. You can put a knife in a man and draw it out. It won't matter how many times you say 'I'm sorry', the wound is still there. A verbal wound is as bad as a physical one." 
("Kau melakukannya dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang di pagar tersebut. Pagar itu tidak akan lagi menjadi sama. Saat kamu mengatakan hal-hal daram kemarahan, mereka meniggalkan bekas luka seperti itu. Kamu bisa menancapkan pisau lalu menariknya begitu saja. Tidak peduli berapa banyak kamu minta maaf. Luka itu masih ada. Luka akibat kata-kata sama buruknya dengan luka fisik.")

Menarik bukan? Itulah kenapa seseorang pernah berkata "I forgive you but never forget (Saya memaafkan kamu tapi tidak pernah melupakannya) karena sebuah luka akan selalu ada disana, berbekas. ^^

Minggu, 19 Mei 2013

A Note for Friends


Hi teman, apa kabar kalian hari ini?
Bagaimana keadaan disana?
Lagi pada sibuk apa?
Maaf belum bisa menyapa kalian setiap hari seperti ini, ada 1 hari, 24 jam, 1440 menit yang kemungkinan dari angka tersebut bahkan tak kupakai 1 angkapun untuk mengetik satu dua kata kata untuk bertanya kabar pada kalian.
I’m feeling such a badass, bukan tipikal teman yang baik. Bukankah kita sudah berteman sejak 7 tahun yang lalu. And I’m feeling that I’m not worth it for the ‘sahabat’ label.
Bagaimana bisa aku jadi sahabat kalian jika bahkan dalam tujuh tahun ini aku benar-benar belum mengenal kalian. I know you. But I don’t know who are you.
Aku seperti menempatkan persahabatan kita pada sebuah kamar dalam kotak-kotak yang telah kususun rapih dengan label tertentu. Label untuk kamar kita adalah tawa dan kesenangan. Itulah kenapa aku tidak mengerti sisi lain dari hidup kalian karena yang kulihat dan kudengar adalah gelak tawa riuh dari candaan dan segala macam kesenangan yang telah kita bagi.
Salahku juga memang karena mungkin label untuk yang lain telah kutempelkan pada kamar-kamar lain yang diisi orang lain atau bahkan kamar itu tak pernah kubiarkan terbuka, sehingga tak pernah ada yang tau kalau label itu ternyata ada.
Dan yang terburuk mungkin aku terlalu menutup mata. 
Dimana aku ketika kalian mungkin ingin berkeluh kesah? Dimana aku ketika mungkin kalian hanya membutuhkan sandaran bahu ketika ingin menangis? Dimana aku ketika mungkin kalian hanya membutuhkan sesorang untuk mendengarkan tentang mimpi konyol, ataupun besar yang kalian miliki? Seorang teman yang tidak akan menertawakan, dan tidak menjudge tentang kesalahan yang telah diperbuat, tapi seorang teman yang akan tersenyum dan memberikan tangannya sambil berkata, “Tidak apa-apa. Everything’s gonna be well.”
And I’m feeling such terrible that I can’t do all those things to you. 
What is the definition about the friendship itself? I’ll say laugh and having fun, or I don’t know. It seems wrong in anyway.
Forgive me that I’m a fool to know nothing about friendship.
But if you are feeling comfortable with the label in the room I’ve made, and all those things we’ve been trough, I’m glad.  



Hari ini berasa moody
Keadaan disini panas banget
Aku lagi sibuk skripsi. Lol