malam ini hujan turun....
tak ada yang kuingat bahkan dari dia yang sudah tenang disana...
malam ini terlalu penant oleh makan malam yang selalu sedap dan beberapa pikiran lainnya yang ku anggap bodoh.., dia dan dunianya, aku dan duniaku...dunia kami yang berbeda yang hanya terhubung oleh kabel-kabel tak beraturan yang tak kutahu hitungannya...lewati saja dia!!!tak penting!
aku tau bahwa kebanyakan orang di dunia ini akan menangis saat orang terdekat mereka mati, tapi tak begitu padaku, khusunya pada kematian kakekku.. aku masih ingat saat itu di pagi buta kakakku menelepon dan mengabarkan kalau kakek meninggal, yah, aku memang terkejut hanya sesaat tapi aku malah melanjutkan tidurku dan lebih memilih menuggu sang mentari muncul tanpa menangis.
lalu aku pulang ... jenazah kakekku sudah tak bisa kulihat lagi , karena kurasa yah..aku memang terlambat.. aku melihat ibuku, matanya sembab,,dia pasti menangis. pasti. lalu dia mengusap-usap punggungku takut aku terluka atas kepergian kakekku. tapi dalam hati, aku sungguh tidak apa-apa....
seminggu rasanya aku mendengar orang-orang mengaji di rumah sampai akhirnya aku kembali ke kehidupan kuliahku dan aku belum menangis atas kepergiannya.
kau tau kenapa??aku terlalu benci dia... dia yang telah membuat hari-hari ibuku penuh tangis. membuat keluarga kami jatuh miskin dengan segala kelakuannya yang konyol dan satu..yah wanita jalang itu yang umurnya saja lebih muda dari ibuku yang dinikahi kakek entah mungkin hanya karena nafsu belaka!!! telah menguras harta kami.... dan kakekku mulai menjual apa yang dia punya untuk kebutuhan hidupnya sendiri termasuk mulai membebani ibuku dengan meminta ini itu darinya.
kenangan indah yang kami sepertinya punya tak bisa menutupi rasa kesalku padanya...
tapi aku tetap memanjatkan doa untukmu sehabis shalat...atas setitik rasa bahagia dan kenangan yang kita punya. saat aku TK, pasar malam, martabak, dan senyum yang kau berikan...
lalu aku menangis....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar